Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Januari 2026

Napak Tilas Kota

Napak Tilas Kota
The Persistence of Memory by Salvador Dali untukmu yang selalu menyanyikan kidung kudus Hari yang lalu, aku kembali ke kota singgah yang pernah mempertemukan kita. Engkau dengan petikan gitar yang mengalun ke telinga, lir bisik halus menenangkan yang berakar dari segala firman. Aku dengan kata-kata y…

Minggu, 20 Juli 2025

Celoteh Tukang Kebun

Celoteh Tukang Kebun
Woman with a Parasol in a Garden by Pierre Auguste Renoir Akan kuberikan sepetak kebun untukmu di sana, kamu bisa tanam telang, rosela, matahari, juga kisah-kisah yang kelak kuncup dan mekar pada masa depan Kala benih-benih tumbuh perlahan kaurayakan satu per satu syukur mengalir ibarat air yang kaukucurk…

Sabtu, 19 Juli 2025

Yang Selalu Ada di Kepalaku

Yang Selalu Ada di Kepalaku
The Hug by Jose Antonio Rivero Aku mengingat matamu ibarat beringin di tengah padang menawarkan teduh  pada jiwa penuh bilur nyaris tak bertuan Aku mengingat senyummu lir hawa hangat dari api unggun di puncak siap memeluk tubuh yang gigil tanpa arah Aku mengingat gurat tanganmu selayaknya peta kuno nan sakral y…

Rabu, 28 Oktober 2020

Puisi Empat Puluh Menit

Puisi Empat Puluh Menit
Teh Fani menghubungi saya sore tadi. Dia meminta saya untuk membacakan sebuah puisi pada peringatan Sumpah Pemuda yang diselenggarakan oleh Ikatan Duta Bahasa Jawa Barat. Sebagai makhluk yang gugup kalau tampil di depan umum dan sudah tidak terlatih membacakan puisi, tentu saja  saya menolak. Namun,…

Rabu, 24 Juni 2020

Mengenang Tuan

Mengenang Tuan
Pusara ini milik tuan berisi diri yang keliru. Nyaman tak sudi bertandang di hadapan para puan atau sela sujud panjang tengah malam Bincang tuan dengan Tuhan tak lepas dari tanya, "Siapa yang berhak atas rusukku?" Satu kala tuan tahu hati dan diri dititip sekali sanya hawa adalah takdir. Kunci hidup…

Jumat, 22 Mei 2020

Mencintai Seorang Pemabuk

Mencintai Seorang Pemabuk
Aku menanduskan diri bersamamu yang diselimuti halimun tiap waktu Ruangan tiga petak ini adalah peti mati yang menguburkan warasku bersama dendang masa lalu dari Amerika. Kamu memeluk tuak mencumbui sigaret sambil berkisah ihwal ayah, ibu, dan kucing kesayanganmu. Boleh matikan lampu? Aku adalah tu…

Jumat, 08 Mei 2020

Melindungi Kamu Mengorbankan Aku

Melindungi Kamu Mengorbankan Aku
"Tuhan menciptakan makhluknya berpasangan," Kamu membuka percakapan dengan ayat-Nya. Berharap aku bisa memaklumi, lalu memaafkan rubuh yang kaucipta. Telapak tanganmu menggenggam hatiku. "Kau tahu mengapa Adam dan Hawa diturunkan ke dunia, kan?" Kisah buah khuldi pun mengalir d…

Minggu, 03 Mei 2020

Tengah Hari Puan Rampung

Tengah Hari Puan Rampung
Untuk Mira Puan meregang malam-malam Tubuhnya dirajam paceklik panjang Gaduh menjelma rapal takzim penuh ampun entah bertuan kepada siapa Puan merenung subuh-subuh Ia hanya ingin berpulang ke rahim ibu lalu pulas diantar sinom yang menenangkan Puan ingin terlahir kembali Utuh tanpa keluh Cantik tan…

Senin, 23 Desember 2019

Untuk Papah

Untuk Papah
Selamat ulang tahun, Pah. 20 Desember ketujuh puluh semenjak kaulahir. 20 Desember ketujuh semenjak kaupergi. Dan aku belum biasa dengan panggilan tanpa jawab. Selamat ulang tahun. Aku merayakan kelahiranmu dengan terbang melampaui langit seperti yang selalu engkau inginkan. " Syukran , sudah n…