Minggu, 12 April 2026

Pada Sebuah Perang



Pada sebuah perang panjang,
Kujang dan nuklir masih mengamini tuan
Untuk memerangi tubuh seorang yatim
yang sedang melantunkan ode
ihwal deru napasnya sendiri

Sebuah rajah mekar ranum di tangannya;
tanah paling suci
Landasan telapak welas asih
Kuburan kekasihnya sendiri

Pertama, sebuah kitab
Penawar rasa sepi
Doa selamat, angkara murka
Puisi-puisi yang tumbuh, lalu tumbang
Jiwa para huruf yang menjadi abadi

Kedua, reranting dan dedaunan
Urat nadi seorang adam
yang menerima tanpa serat
Ia melapuk tanpa keluh
Mengurai dengan khidmat

Pada sebuah perang
Genderang enggan senyap
Aku telah sekarat

Senapas sebelum rampung
Kugenggam rajah itu
Kubakar keduanya
Pun tubuhku
Satu padu denganmu

0 Comments:

Posting Komentar